Pengobatan ruqyah syar'iyyah perlahan-lahan mulai dikenal orang masyarakat.
Tidak sedikit yang mengalami mukjizat; sembuh dari penyakitnya. Dan mendapatkan kebahagiaan hidup.
Hanya saja:
Sebagian besar masyarakat menyangka bahwa ayat-ayat ruqyah hanya ditujukan untuk gangguan non medis.
Misalnya untuk mengobati kesurupuan, santet, dan sejenisnya.
Padahal pola pikir tersebut tidak benar.
Bacaan ruqyah berasal dari ayat-ayat Quran. Sedangkan Quran merupakan penawar; obat untuk semua jenis penyakit.
Tempat ruqyah di Jatibarang, yakni dengan Ustadz Usman, telah membuktikannya.
![]() |
| Ruang Bekam Ruqyah - Jatibarang |
Mengobati Penyakit Liver
Ia adalah seorang mahasiswa.Telah berobat lama di rumah sakit untuk menyembuhkan penyakit liver yang dideritanya.
Terjadi peradangan pada organ hatinya.
Meskipun tidak kunjung sembuh, ia tidak berputus asa. Ia terus berikhtiar demi kesembuhannya.
Hingga ia memutuskan untuk mengobati penyakit liver-nya dengan pengobatan ruqyah syar'iyyah.
Semakin Sehat
Beberapa kali melakukan terapi ruqyah, ia merasakan sendiri bagaimana keadaan tubuhnya semakin sehat.Berbagai gejala penyakit liver seperti:
- warna urine yang kecoklatan atau agak kuning,
- tubuh yang mudah letih,
- sering diare,
- kehilangan selera makan,
- warna mata dan kulit menjadi kuning
Ia tidak berhenti sampai di sini saja.
Ia terus melakukan pengobatan ruqyah hingga tuntas; hingga penyakit yang dideritanya benar-benar sembuh.
Dan atas izin Allah, ia akhirnya sembuh.
Mengobati Stroke Hingga Sembuh
Pasien dari kota Bandung ini tidak mampu berjalan ketika datang kepada kami.Stroke menyebabkan tubuh "mati sebelah."
Sebenarnya ia baru saja berobat kepada dokter.
Namun entah apa sebabnya, ia tidak ingin lagi mengobati dirinya dengan obat-obatan tersebut.
Yakin Akan Penyembuhan Al Quran
Ia memiliki kunci kesembuhan itu, yakni keyakinan terhadap Quran. Bahwa al Quran adalah penyembuh segala penyakit.Ia sama sekali menghentikan konsumsi obat-obatan farmasi.
Kemudian ia benar-benar fokus dengan pengobatan terapi ruqyah. Ayat-ayat dan doa-doa ruqyah menjadi penawar bagi penyakitnya.
4 Hari Ruqyah
Karena keyakinan, kejujuran, dan ketawakalannya, tidak perlu waktu lama untuk mengobatinya.Pengobatan ruqyah syar'iyyah berimpak besar terhadap kesehatannya.
Ia kembali pulih.
Yang tadinya tidak mampu berjalan, kini bisa berjalan kembali.
Bukan hanya itu:
Ia bahkan bisa melakukan aktivitas bersepeda seperti sedia kala.
Tentu saja, ini merupakan keajaiban bagi dirinya. Belum pernah ia mendapatkan pengobatan yang benar-benar bisa mengembalikan vitalitas tubuhnya seperti itu.
Mengobati Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner-nya terbilang parah.Menurutnya, ia sudah menggunakan ring (cincin) pada jantungnya.
Ia tidak bisa melakukan apa-apa. Hanya duduk seharian.
Untuk berbaring saja ia tidak mampu. Jika berbaring, dadanya langsung terasa sesak.
Keadaan tersebut sangat menyiksanya.
Jangankan melakukan aktvitas ini itu, untuk tidur saja ia tidak bisa kecuali dalam keadaan duduk.
Tidur Nyaman Setelah Ruqyah
Hanya sekali ruqyah, ia langsung merasakan perubahan dalam dirinya.Ia mendapatkan kembali nikmat yang telah lama hilang itu: tidur berbaring dengan nyenyak.
Luar biasa!
Padahal sebelumnya berbagai pengobatan telah dilakukannya. Namun tidak memberikan efek sedahsyat ruqyah.
Ruqyah Hingga Tuntas
Sebagian pasien biasanya menghentikan terapi ruqyah bilamana merasa tubuhnya sudah nyaman.Padahal itu belum sembuh. Baru sebatas proses penyembuhan.
Namun beliau melanjutkan terapinya. Ia ingin sembuh total.
Pengobatan yang total menghasilkan kesembuhan yang total pula. Tetapi terapi yang dilakukan setengah-setengah, hasilnyapun tidak akan maksimal.
![]() |
| Ruang Perawatan Bagi Pasien Inap |
Mengobati Penyakit Yang Tidak Dapat Disembuhkan
"Kata dokter, penyakit saya tidak bisa disembuhkan...."Ucap salah seorang pasien.
Ternyata ia adalah penderita suatu sindrom, dikenal dengan nama Bipolar Disorder.
Penyakit ini baru dikenal oleh masyarakat Indonesia ketika salah seorang artis, Marshanda, dinyatakan mengidap gangguan bipolar.
Gangguan bipolar disorder tidak sebatas gangguan fisik saja.
Tiga unsur penting manusia terganggu akibat sindrom ini, yaitu:
pikiran
mood/perasaan
fisik
Itulah mengapa gangguan bipolar disorder sulit diobati oleh komunitas medis.
Ciri Utama Bipolar Disorder
Bipolar disorder adalah gangguan bersifat episodik.Pasien mengalami dua episode yang sangat bertentangan. Yaitu episode manik dan episode depresi.
Episode itu datang silih berganti dalam jangka waktu tertentu.
Episode manik ditandai dengan semangat yang menggebu, optimisme yang tinggi, percaya diri yang berlebih, energi yang meluap-luap...
... lalu penderita jatuh ke episode depresi, yang merupakan kebalikan dari episode manik.
Depresi ditandai dengan rasa putus asa yang mendalam, dirundung sedih, keletihan, dan yang sangat menakutkan adalah keinginan bunuh diri.
Obat Bipolar Adalah Quran
Meskipun komunitas kedokteran mengatakan bipolar tidak bisa diobati...Meskipun psikolog mengatakan bipolar hanya bisa ditekan efeknya....
Namun ia mengalami mendapatkan kesembuhan dengan ayat dan doa ruqyah.
Karena keunikannya, kami akan tulis dalam satu artikel khusus mengenai penyembuhan bipolar disorder.
Ruqyah Syar'iyyah Untuk Penyakit Medis
Apa yang kami tulis sejauh ini membuktikan bahwasannya ayat-ayat al Quran mengandung obat.Obat untuk penyakit jasmani maupun rohani.
Bukan hanya untuk mengobati sihir atau santet saja.
Bahkan:
Ia adalah penawar untuk penyakit yang menurut para ahli medis tidak ada obatnya. Misalnya bipolar disorder.
Karena itu perlu kami sampaikan...
... pengobatan ruqyah merupakan metode pengobatan penyakit medis dan non-medis.
Di bawah ini beberapa penjelasan lain dari ulama.
Perkataan Ulama Mengenai Pengobatan Al Quran
Perkataan Ibnu Qayyim Al Jauziyah mengenai pengobatan dengan membacakan surah atau ayat al Quran sangat populer.
“Al-Qur`an adalah penyembuh yang sempurna dari seluruh penyakit hati dan jasmani, demikian pula penyakit dunia dan akhirat."
Beliau sendiri dalam suatu riwayat pernah menyembuhkan dirinya sendiri dengan al Quran.
Beliau melanjutkan,
...Dan tidaklah setiap orang diberi keahlian dan taufiq untuk menjadikannya sebagai obat.
Artinya tidak semua orang dapat melakukan pengobatan tersebut. Kecuali memenuhi syarat-syarat tertentu.
Jika seorang yang sakit konsisten berobat dengannya dan meletakkan pada
sakitnya dengan penuh kejujuran dan keimanan, penerimaan yang sempurna,
keyakinan yang kokoh, dan menyempurna-kan syaratnya, niscaya penyakit
apapun tidak akan mampu menghadapinya selama-lamanya.
Semua penyakit bisa sembuh, penyakit apapun itu.
Dan hendaknya orang yang ingin sembuh memiliki etika sebagai berikut:
- Konsisten. Dari pengalaman kami-pun, mereka yang konsisten melakukan terapi akhirnya mendapatkan kesembuhan. Sedangkan mereka yang hanya setengah-setengah, dalam arti ragu-ragu, biasanya tidak sembuh. Meskipun mereka juga melakukan pengobatan lainnya.
- Kejujuran dan keimanan. Kesembuhan itu dari Allah azza wa jalla. Maka sudah semestinya mengisi hati dengan keimanan kepada-Nya.
- Penerimaan yang sempurna. Hendaknya hati menerima sepenuhnya bahwa bacaan al Quran tersebut dapat menghancurkan penyakit yang bersarang pada dirinya.
- Keyakinan yang kokoh. Keyakinan tak terpatahkan bahwa Allah menyembuhkan dirinya dengan wasilah ayat-ayat Quran. Tidak ada yang tidak mungkin. Tidak ada penyakit yang tak ada obatnya. Al Quran mengandung obat terbaik bagi manusia.
Mengapa al Quran bisa menghancurkan berbagai penyakit?
Inilah alasan Ibnu Qayyim mengapa ia bisa sembuh hanya dengan al Quran.
Bagaimana mungkin penyakit tersebut mampu menghadapi firman Dzat yang
memiliki langit dan bumi? Jika diturunkan kepada gunung, maka ia akan
menghancurkannya. Atau diturunkan kepada bumi, maka ia akan membelahnya.
Perkataan beliau sesuai dengan ayat Quran, tepatnya Surah al Hasr ayat 21.
"Kalau sekiranya Kami turunkan al Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihantya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah....
Maka jika kita niatkan al Quran untuk dijadikan obat, maka dengan izin Allah tak ada penyakit yang tak dapat dihancurkan...
...sebagaimana penjelasan Ibnu Qayyim.
Maka tidak satu pun jenis penyakit, baik penyakit hati maupun jasmani, melainkan dalam Al-Qur`an ada cara yang mem-bimbing kepada obat dan sebab (kesem-buhan) nya.” (Zadul Ma’ad, 4/287)
Kisah Penyembuhan Sahabat dan Ulama
Fakta bahwa ruqyah bukan hanya untuk pengobatan gangguan jin, terekam dalam sebuah hadits.Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
Dalam hadits tersebut dikisahkan...
...sekelompok sahabat melakukan perjalanan. Hingga tibalah ia ke sebuah perkampungan.
Akan tetapi penduduk kampung tidak menerima mereka layaknya tamu. Penduduk kampung tidak menjamu mereka.
Di lain sisi, kepala suku kampung tersebut sakit akibat sengatan binatang berbisa, kalajengking.
Mereka telah berupaya menyembuhkannya. Sayangnya tidak satupun cara berhasil menyembuhkannya.
Maka penduduk kampung-pun memanggil para sahabat agar menyembuhkannya.
Sahabat tidak mau, kecuali bila diberi upah.
Sahabat meminta upah beberapa ekor kambing. Penduduk kampung menyetujuinya. Maka diobatilah penduduk kampung tersebut. dengan dibacakan surat al Fatihah.
Setelah diruqyah, kepala suku itu sembuh. Sakitnya hilang. Ia dapat kembali berjalan tanpa gangguan lagi.
Setelah itu:
Para sahabat berdebat apakah kambing yang merupakan upah ruqyah boleh dimakan?
Merekapun menghadap Rasulullah dan kemudian melaporkan hal tersebut. Maka beliau bersabda:
‘Tahu dari mana kalian bahwa itu (Al-Fatihah, pen.) memang ruqyah?’ Lalu beliau berkata: ‘Kalian telah benar. Bagilah (upahnya) dan berilah untukku bagian bersama kalian’.
Rasulallah Mengobati Dirinya Dengan al Quran
Dari hadits yang diriwayatkan Aisyah, kita mengetahui bahwa Nabi mengobati dirinya dengan al Quran.“Dahulu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca Al-Mu’awwidzaat dan meniupkannya dengan sedikit meludah atas diri beliau di masa sakit beliau yang membawa kepada kematiannya.
Tatkala beliau merasa semakin parah, aku yang membacakan Al-Mu’awwidzaat dan meniupkannya atas beliau. Aku usapkan bacaan itu dan tiupan (ludah)nya dengan tangan beliau sendiri. Hal ini karena keberkahan tangan beliau.” (HR. Al-Bukhari)
Kisah Ibnu Qayyim al Jauziyah
Seperti telah kami katakan sebelumnya, seorang ulama ternama yaitu Ibnu Qayyim pernah mengobati dirinya sendiri dengan al Quran.Beliau menuliskan kisahnya pada salah satu kitabnya.
Suatu ketika, aku pernah jatuh sakit di kota Makkah. Aku sama sekali tidak mendapatkan seorang dokter dan obat.
Maka aku pun berobat dengan surat Al-Fatihah. Aku ambil minum dari air zam-zam dan kubacakan atasnya surat Al-Fatihah, lalu aku meminumnya.
Aku pun sembuh secara total. Semenjak itu, aku selalu berpegang dengan cara pengobatan ini pada kebanyakan penyakit yang aku derita. Akhirnya aku benar-benar meraih manfaat dengan surat Al-Fatihah.” (Zadul Ma’ad, 4/164, cet. Muassasah Ar-Risalah)
Tiga kisah tersebut - yakni kisah sahabat, kisah Nabi, dan juga seorang ulama - di atas sangat jelas memperlihatkan bahwa...
...ruqyah dengan ayat-ayat al Quran bisa dilakukan untuk penyakit fisik.
Tentu saja masih banyak hadits maupun riwayat sahabat mengenai ruqyah. Insyaallah akan terus kami sampaikan pada artikel-artikel lainnya.
Tidak Semua Peruqyah Dapat Mengobati Penyakit Fisik
Kenapa?Pertama ada sebagian peruqyah yang hanya meyakini bahwa ruqyah syar'iyyah hanya untuk mengobati penyakit fisik.
Bahkan,
....mereka selalu mendiagnosa terlebih dahulu, apakah penyakit pasien adalah penyakit fisik ataukah penyakit gangguan jin.
Jika penyakitnya ternyata hanya penyakit fisik, mereka menyarankan agar pasien berobat ke dokter.
Alasan kedua. Tingkat keyakinan peruqyah. Peruqyah yang tidak pernah mengobati penyakit fisik hingga sembuh kemungkinan kurang yakin...
...bahwa ruqyah syar'iyyah dapat menghancurkan penyakit fisik.
Mengobati Gangguan Jin
Perihal mengobati gangguan jin dengan ruqyah syar'iyyah sudah banyak diketahui masyarakat umum.Bahkan banyak yang menyangka bahwa pengobatan ruqyah hanya diperuntukan mengatasi gangguan jin.
Ciri Gangguan Jin
Di bawah ini ciri-ciri gangguan jin.Hampir setiap pasien yang mengalami gangguan jin mengalami hal yang sangat mirip.
Adapun gangguannya bisa ketika tidur maupun ketika terjaga.
Mari, kita telusuri satu persatu.
Insomnia.
Gejala insomnia sangat banyak menyerang orang yang mendapat gangguan jin. Mereka susah tidur malam.Pikirannya gelisah, sehingga sulit memejamkan mata.
Ada pula sebagian penderita yang merasa takut apabila tidur. Bahkan ada yang phobia terhadap tidur. Mereka hanya tidur apabila sudah sangat larut.
Cemas
Rasa cemas ini membuat mereka terbangun dengan tiba-tiba ketika tidur. Akibatnya penderita gangguan jin sangat sulit mendapatkan istirahat yang berkualitas.Merintih
Seringkali penderita juga merintih saat tidur; seperti orang ketakutan atau tertimpa sesuatu.Berjalan Tanpa Sadar
Mereka berjalan ketika tidur tanpa sadar. Berpindah tempat dari tempatnya semula.Mimpi Tidak Baik
Pikiran yang gelisah dan cemas semakin parah karena penderita juga biasanya sering dihantui mimpi-mimpi yang tidak baik.Ada beberapa bentuk mimpi yang sering dialami penderita gangguan , misalnya:
- Mimpi bertemu hantu
- Mimpi seram
- Mimpi bertemu dengan berbagai binatang, seperti ular, harimau, dan sebagainya.
- Merasa jatuh dari ketinggian.
- Mimpi bertemu dengan makhluk aneh, misalnya orang tinggi, berwajah seram, dan aneh lainnya.
Gangguan Jin Pada Waktu Terjaga
Pada umumnya berupa gangguan kesehatan fisik.Yaitu:
- Rasa pegal pada betis, seolah-olah berjalan kaki berkilo-kilo jauhnya.
- Sakit pada bagian THT (Telinga, hidung, dan Tenggorokan).
- Gangguan pada lambung.
- Morning sick. Merasa lelah di pagi hari, mengantuk dan tidak bergairah melakukan aktivitas.
- Sering lupa, misalnya lupa meletakan kunci, mengunci pintu, dan lain sebagainya.
- Mengalami penyakit tertentu, padahal setelah didiagnosa dokter dinyatakan sehat.
- Gangguan emosional, mudah marah, putus asa, merasa tidak ada yang mengerti tentang dirinya.
- Sulit konsentrasi.
- Mudah berkhayal, melamun, dan sejenisnya.
Insyaallah akan diterangkan lebih detil pada artikel Ciri-Ciri Gangguan Jin.
Gangguan jin seperti di atas biasanya lebih mudah sembuh dengan pengobatan ruqyah syar'iyyah.
Jenis Gangguan Jin
Kendatipun demikian, proses kesembuhan tergantung pada jenis gangguan jin.Ada beberapa jenis gangguan jin berdasarkan jangka waktunya:Gangguan seketika. Yaitu gangguan yang hanya terjadi beberapa saat saja.
Gangguan menahun. Jin masuk dengan sendirinya ke tubuh atau karena sengaja dimasukan melalui berbagai hal, misalnya santet, belajar ilmu kesaktian, ilmu penyembuhan (dengan bantuan jin).
Gangguan lokal. Jin hanya mengganggu bagian tubuh tertentu. Contohnya mengganggu bagian lengan saja.
Gangguan total. Terjadi penyumbatan pada saraf yang berefek pada kesuluruhan tubuh.
Apapun jenis gangguannya, dengan keyakinan dan atas izin Allah azza wa jalla, semuanya bisa diatasi dan disembuhkan.
Jika ada sesuatu yang perlu dikonsultasikan, silakan datang ke tempat kami.
Alamat Ruqyah Bekam Indramayu
Jalan Siliwangi Blok Gudang Gg Prakasaiyah (samping musholla an-nur)
Jatibarang, Indramayu
Atau hubungi contact yang tertera di bawah.


0 komentar
Posting Komentar